Minggu, 06 November 2011

Indonesia memiliki sumber daya potensial yang tersebar di wilayah laut dan darat, seperti Natuna, arun, sumatera tengah, sumatera selatan, Maluku, Kalimantan Timur  dan Papua. Beberapa wilayah memang telah dieksploitasi untuk dimanfaatkan cadangan gasnya seperti di wilayah Arun (Aceh), Bontang (Kaltim), dan Tangguh (Papua). Pemanfaatan gas bumi Indonesia mayoritas digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor (95 %) yang dominan digunakan untuk mencukupi kebutuhan LNG (92 %). Sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk keperluan distribusi gas bumi yaitu 3 % untuk ekspor dan 2 % untuk keperluan domestik. Beberapa sistem pemipaaan yang telah eksist hingga saat ini diantaranya :

 
Pipa gas yang sudah ada
No
Nama pipa gas
Diameter
(in)
Panjang
(km)
Kapasitas
(MMSCFD)
Lokasi
Keterangan
Gathering line
1
Offshore-lhoksumawe
30
109
1000
Aceh
LNG Plant
2
Onshore-Arun
16-42
34
200-2000
Aceh
LNG Plant
3
Badak-Bontang
42
57
2000
East Kalimantan
LNG Plant
4
Field-Badak-Bontang
20-36
25,842
30-1500
East Kalimantan
Gas Processing
5
Offshore-West Java
16-26
70
200-600
West Java
Proc. Platform
6
Grissik Field
16-26
13-50
200-600
South Sumtera
To Sales Line
Sales Line
7
Offshore-T Priok
16-26
55
200-600
North Java
Power Plant
8
Cilamaya-Cilegon
24
220
500
West Java
Industries
9
Pagerungan-Gresik
24-28
3-370
500-700
East Java
Power Plant
10
Prabumulih-Palembang
20-28
50
300-500
South Sumtera
Power Plant
11
Grissik-Duri
28
550
700
Sumatera
Duri Steam Flood
12
Natuna-Singapure
16-28
470
200-700
South Cina Sea
Export
13
Grissik-Sakernan
28
135
700
Riau
Transmision
14
Sakernan-Batan-Singapure
28
335
700
Sumatera
Export
Sumber: PGN, www.pgn.co.id

 
 Selain itu beberapa tambahan proyek yang selesai di tahun 2006 diantaranya :


Pipa Transmisi Sumatera - Jawa Fase I


Pipa transmisi Pagardewa – Labuhan Maringgai (32”- 270km)
250 MMSCFD
2006
Pipa transmisi Labuhan Maringgai Cilegon (32”- 100km)
20 tahun

Pipa  transmisi Cilegon – Cimanggis (24- 129km)


Pipa Transmisi Sumatera - Jawa Fase II


Gresik – Pagardewa (onshore 36”- 185km)


Labuhan Maringgai Muara Tawar – Muara Karang (offshore 32- 189km)
400 MMSCFD
2006
Pagardewa – Labuhan Maringgai Looping (onshore 32- 270km)
18 tahun

Sumber : USA Embassy, Petroleum Report, 2004




Walaupun datanya belum up to date, setidaknya hal ini memberikan gambaran bahwa setidaknya sangat kontradiktif dengan rencana pemerintah untuk mendirikan FSRU di tahun ini sampai beberapa tahun kedepan. Di negara-negara pengimpor Gas, FSRU & FSRT sudah sangat lumrah sebagai fasilitas yang digunakan dalam penyediaan gas impor. Upaya pemerintah untuk membangun FGRU & FSRT tentunya harus dipikirkan apakah benar-benar realiastik mengimpor gas di tengah lumbung gas yang melimpah ?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar